BERITA

Setahun Menata Harapan, 12 Tahun Menguatkan Langkah : Arah Pembangunan Muna Barat di Era Darwin–Ali Basa Kian Terwujud

×

Setahun Menata Harapan, 12 Tahun Menguatkan Langkah : Arah Pembangunan Muna Barat di Era Darwin–Ali Basa Kian Terwujud

Sebarkan artikel ini
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin (kiri) dan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka.

MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) — Di usia ke-12 tahun sebagai daerah otonom, Kabupaten Muna Barat memasuki babak baru pembangunan. Tahun pertama kepemimpinan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Ali Basa menjadi pijakan awal untuk menerjemahkan visi besar Muna Barat Tumbuh, Sehat, dan Keren (Liwu Mokesa) ke dalam program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Perjalanan itu tidak dimulai dalam situasi yang mudah. Efisiensi anggaran nasional dan menurunnya transfer dana dari pemerintah pusat menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Muna Barat memilih bergerak dengan memperkuat diplomasi pembangunan, membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, hingga akhirnya sejumlah program strategis berhasil diwujudkan.

Salah satu capaian yang paling dirasakan masyarakat adalah kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Sugimanuru. Aktivitas transportasi udara yang sempat terhenti kini kembali membuka akses Muna Barat dengan daerah lain. Bersamaan dengan itu, layanan penyeberangan KMP Pulau Rubiah pada rute Tondasi–Torobulu juga kembali hadir, memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.

Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan hotmix sepanjang 9,8 kilometer menjadi bukti bahwa pemerataan pembangunan terus berjalan. Dukungan pembangunan Pasar Sentral Guali juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan aktivitas perdagangan masyarakat.

Upaya memperkuat ekonomi daerah juga ditandai dengan rencana pembangunan Gudang Bulog berkapasitas 4.000 ton dengan nilai investasi sekitar Rp150 miliar. Kehadiran fasilitas tersebut diproyeksikan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam menyerap hasil panen.

Komitmen memperbaiki tata kelola pemerintahan turut diwujudkan melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara (SIM-ASN) guna meningkatkan disiplin pegawai. Kebijakan domisili ASN juga diterapkan agar aparatur tinggal dan beraktivitas di Muna Barat sehingga perputaran ekonomi lokal semakin tumbuh.

Di saat yang sama, pemerintah mempertahankan seluruh tenaga PPPK sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik.

Pada sektor kesehatan, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pelayanan dasar, tetapi juga pembangunan fasilitas kesehatan jangka panjang. Dukungan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat senilai Rp12 miliar dan pembangunan Rumah Sakit Tipe C dengan investasi sekitar Rp158 miliar menjadi langkah besar meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Pemerintah Republik Indonesia.

Di bidang pendidikan, investasi sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Program Satu Kartu Keluarga Satu Sarjana mulai dijalankan melalui pemberian beasiswa kepada putra-putri daerah. Sebanyak 3.407 siswa TK, SD, dan SMP menerima bantuan seragam serta perlengkapan sekolah gratis. Pemerintah juga memfasilitasi pendirian perguruan tinggi bersama ITBK Muhammadiyah Muna Barat dan menginisiasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan.

Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pemerintah merehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 2.985 meter di empat wilayah, menyalurkan lima unit traktor roda empat, lima jonder, tujuh hand tractor, benih jagung untuk lahan 1.500 hektare kepada 153 kelompok tani, benih padi untuk 750 hektare kepada 36 kelompok tani, serta membangun 24 ruas Jalan Usaha Tani sepanjang hampir 20 kilometer guna memperlancar distribusi hasil pertanian.

Di bidang peternakan, ratusan ekor sapi dan kambing, puluhan ribu ayam pedaging serta ayam petelur, hingga bantuan pakan ternak disalurkan kepada masyarakat. Sementara itu, sektor perikanan memperoleh bantuan berupa 23 paket kapal, bagang, dan alat tangkap modern, 111.800 benih ikan air tawar untuk kelompok pembudidaya, serta peralatan pengolahan hasil perikanan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Program Makan Bergizi Gratis juga mulai berjalan melalui 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang melayani sekitar 22 ribu penerima manfaat. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Muna Barat.

Tak hanya fokus pada sektor primer, pemerintah mulai menata masa depan melalui pengembangan pariwisata berbasis konsep Liwu Mokesa. Ekowisata Pulau Indo dan gugusan pulau di Selat Tiworo dipersiapkan menjadi destinasi unggulan yang dipadukan dengan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Usia ke-12 Kabupaten Muna Barat menjadi momentum untuk melihat bahwa pembangunan bukan hanya tentang angka dan proyek fisik. Ia adalah tentang membuka akses, memperkuat pelayanan, meningkatkan kesejahteraan, dan menumbuhkan harapan masyarakat.

Di tahun pertama kepemimpinan La Ode Darwin dan Ali Basa, fondasi pembangunan mulai dibangun di berbagai sektor. Tantangan memang masih ada, tetapi langkah-langkah yang telah dimulai menjadi penanda bahwa Muna Barat sedang bergerak menuju cita-cita besar sebagai daerah yang tumbuh, sehat, dan keren—sebuah Liwu Mokesa yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakatnya.

BACA JUGA :  Jaelani Sosialisasi dan Gelar Bimtek Rehabilitasi Lahan, Serahkan Ribuan Bibit Produktif di Muna Barat