MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) – Angin perubahan mulai berhembus dari pesisir Kabupaten Muna Barat. Di tengah komitmen pemerintah pusat membangun sektor kelautan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), daerah yang dipimpin Bupati La Ode Darwin berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan memperoleh kuota pembangunan terbanyak di Sulawesi Tenggara.
Dari 17 kabupaten/kota di Sultra, Muna Barat menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni lima lokasi pembangunan KNMP. Capaian tersebut dinilai bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari komunikasi intensif dan perjuangan pemerintah daerah dalam meyakinkan pemerintah pusat bahwa potensi pesisir Muna Barat layak menjadi prioritas pembangunan nasional.
Lima desa yang akan menjadi wajah baru kawasan pesisir itu adalah Desa Lasama, Desa Tondasi, Desa Bangko, Desa Tanjung Pinang, dan Desa Latawe. Kelima desa tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan yang modern dan terintegrasi.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Andi Mannojengi menegaskan KNMP merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang akan dibangun di 1.369 lokasi di seluruh Indonesia.
”Pembangunan KNMP tidak berhenti sampai di sini. Ini adalah program prioritas nasional,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Bagi masyarakat Muna Barat, program ini membawa harapan baru. Selama ini, banyak nelayan menghadapi keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, minimnya infrastruktur pendukung, hingga rendahnya nilai jual ikan akibat harus segera dipasarkan setelah melaut.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melihat pembangunan KNMP sebagai langkah strategis untuk mengubah wajah kampung-kampung nelayan menjadi kawasan yang lebih produktif dan berdaya saing.
”Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kampung-kampung nelayan menuju kawasan yang lebih maju, produktif, modern, dan berdaya saing,” katanya.
Sebanyak Rp 24 Miliar telah disiapkan untuk pembangunan lima lokasi tersebut. Peletakan batu pertama dilakukan di Desa Lasama sebagai lokasi seremonial, sementara pembangunan koperasi nelayan akan dimulai di Desa Lasama, Desa Tondasi, dan Desa Latawe. Desa Tanjung Pinang dan Desa Bangko akan mengikuti sesuai tahapan pelaksanaan.
Konsep pembangunan KNMP mengintegrasikan seluruh rantai usaha perikanan, mulai dari produksi hingga pemasaran. Berbagai fasilitas akan dibangun, seperti pabrik es, cold storage, bengkel kapal, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan nelayan, sentra kuliner, penerangan kawasan, hingga jalan lingkungan.
Dengan fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan tetap segar dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Nelayan pun tidak lagi dipaksa menjual hasil laut dengan harga murah karena keterbatasan penyimpanan.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, KNMP merupakan bagian dari implementasi Ekonomi Biru yang diusung Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mewujudkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk keseriusan membangun sektor perikanan, Pemerintah Kabupaten Muna Barat juga telah menjalin konektivitas dengan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari guna memperkuat jaringan pemasaran dan pengembangan potensi perikanan daerah.
Bagi La Ode Darwin, laut bukan hanya bentang alam yang mengelilingi Muna Barat, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dikelola secara berkelanjutan.
”Saya meyakini bahwa apabila seluruh potensi ini kita kelola dengan baik, maka sektor kelautan dan perikanan akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muna Barat. Nelayan bukan sekadar pencari ikan. Nelayan adalah penjaga ketahanan pangan dan pejuang ekonomi di wilayah pesisir,” tegasnya.
Namun, langkah Muna Barat tidak berhenti pada lima lokasi. Pemerintah daerah kini terus memperjuangkan tambahan tujuh lokasi baru melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar semakin banyak desa pesisir memperoleh manfaat program tersebut.
Di balik pembangunan infrastruktur, tersimpan harapan besar bagi ribuan keluarga nelayan. Harapan agar anak-anak pesisir memiliki masa depan yang lebih baik, ekonomi keluarga semakin kuat, dan kampung-kampung nelayan mampu tumbuh menjadi pusat perikanan modern yang membanggakan.
Dengan menjadi daerah penerima kuota KNMP terbanyak di Sulawesi Tenggara, Muna Barat tidak hanya mencatat prestasi administratif, tetapi juga menegaskan keseriusannya membangun masa depan dari garis pantai. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas yang dibangun dapat dikelola secara berkelanjutan dengan dukungan penuh masyarakat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh generasi nelayan hari ini maupun di masa mendatang.
Muna Barat Terdepan, Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Harapan Warga Pesisir









