MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Muna Barat bukan sekadar seremoni tahunan. Momen ini menjadi ruang refleksi untuk menengok kembali perjalanan daerah yang lahir sebagai kabupaten otonom baru pada 2014, sekaligus mengevaluasi berbagai capaian dan tantangan yang masih harus dihadapi.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen (Purn) TNI Andi Sumanggeruka mengajak pada jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen daerah untuk terus bersemangat dalam mendukung pemerintahan yang masih berjalan.
”Selama dua belas tahun terakhir, Muna Barat telah menorehkan berbagai kemajuan melalui penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, hingga pembinaan kehidupan sosial masyarakat. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari sejarah yang patut disyukuri,” ungkapnya saat menjadi inspektur upacara pada perayaan HUT Muna Barat ke 12 tahun. Kamis, (23/7/2026).
Menurutnya, perjalanan panjang itu juga menyimpan pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Di balik deretan keberhasilan, masih terdapat persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari kemiskinan, pengangguran, inflasi, ancaman krisis pangan dan energi, hingga dampak ketidakpastian ekonomi global.
”Tidak hanya itu, isu pencemaran lingkungan, kerusakan alam, ancaman bencana, serta pentingnya peningkatan wawasan dan integritas aparatur pemerintahan juga menjadi tantangan yang harus dijawab bersama,” tambahnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dijalankan sendiri. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga generasi muda dituntut untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.
”Kerukunan dan harmoni dalam keberagaman juga menjadi modal utama pembangunan. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Muna Barat harus terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Pengelolaan potensi daerah pun harus dilakukan secara bijaksana dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Potensi sumber daya alam, pertanian, perikanan, hingga sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Optimisme menjadi pesan kuat dalam momentum HUT ke-12 ini. Dengan kerja keras, komitmen, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, Muna Barat diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan serta terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Dua belas tahun mungkin masih tergolong usia muda bagi sebuah daerah. Namun, usia itu telah menjadi bukti bahwa Muna Barat terus bertumbuh, belajar dari setiap dinamika, dan berupaya menghadirkan pembangunan yang lebih merata.
”Kini, harapan besar kembali disematkan agar semangat kebersamaan yang terbangun selama ini menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Muna Barat yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
12 Tahun Muna Barat : Refleksi Perjalanan, Menatap Masa Depan Pembangunan dengan Optimisme









