MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) – Di tengah geliat ekonomi masyarakat Kabupaten Muna Barat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong untuk tidak sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha yang lebih kuat, profesional, dan berdaya saing.
Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen Rumah BUMN Muna Barat yang secara konsisten hadir mendampingi pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi pengembangan usaha.
Bagi Rumah BUMN Muna Barat, proses membawa UMKM naik kelas tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan satu kali. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Pendampingan pun dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menyentuh aspek produksi, tetapi juga menyasar persoalan yang kerap menjadi tantangan UMKM, mulai dari legalitas usaha dan produk, manajemen keuangan, pemasaran digital, penguatan merek dan kemasan, hingga penyusunan strategi pengembangan bisnis.
Langkah tersebut menjadi penting karena kualitas sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk. Tata kelola yang baik, legalitas yang lengkap, kemampuan membaca pasar, serta strategi pemasaran yang tepat menjadi modal penting agar UMKM mampu berkembang dan memperluas jangkauan konsumennya.
Rumah BUMN Muna Barat juga terus menghadirkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pelaku usaha. Materi tidak hanya diarahkan pada teori, tetapi diupayakan agar dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha.
Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya pulang membawa pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas bisnis mereka.
Rumah BUMN Muna Barat membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, perbankan, hingga mitra lainnya. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membuka akses UMKM terhadap informasi, pembiayaan, sertifikasi, pemasaran, serta berbagai peluang pengembangan usaha.
Manager Rumah BUMN PLN UID Sulselrabar, Haidir Ali, menegaskan bahwa pendampingan UMKM merupakan proses yang membutuhkan konsistensi dan keberlanjutan.
“UMKM tidak cukup hanya diberikan pelatihan, tetapi perlu didampingi secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha. Karena itu, Rumah BUMN terus berupaya menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM,” ujarnya. Rabu, (26/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan program pendampingan bukan hanya diukur dari banyaknya pelatihan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan tersebut mampu mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan usaha.
Sementara itu, Chief Station Rumah BUMN Muna Barat, Aldirsas, S.Si, menyampaikan bahwa proses UMKM untuk naik kelas membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi.
Legalitas, manajemen, kualitas produk, pemasaran, hingga kemampuan membaca peluang pasar merupakan sejumlah aspek yang harus diperkuat secara bersamaan.
Menurutnya, UMKM dengan tata kelola usaha yang baik akan memiliki kesiapan lebih besar dalam menghadapi persaingan sekaligus memperluas pasar.
“Target kita bukan hanya agar UMKM dapat bertahan, tetapi juga mampu berkembang, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memiliki daya saing. Karena itu, pendampingan akan terus diarahkan pada kebutuhan nyata masing-masing pelaku usaha,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan arah pendampingan Rumah BUMN Muna Barat yang tidak berhenti pada persoalan produksi. Lebih jauh, pelaku UMKM diarahkan agar memiliki fondasi bisnis yang kuat dan mampu melihat usahanya sebagai sebuah bisnis yang harus dikelola secara profesional.
Berbagai program yang dijalankan Rumah BUMN Muna Barat diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelaku UMKM sekaligus membangun ekosistem usaha yang lebih kuat di daerah.
Dengan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, UMKM diharapkan semakin siap meningkatkan skala usaha, memperluas jaringan pemasaran, memperbaiki kualitas produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Pada akhirnya, keberadaan Rumah BUMN Muna Barat bukan sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk belajar, berkolaborasi, membangun jaringan, dan menemukan peluang baru.
Dari usaha rumahan hingga produk lokal yang memiliki potensi pasar lebih luas, perjalanan menuju UMKM naik kelas membutuhkan proses panjang.
Rumah BUMN Muna Barat Dorong UMKM Naik Kelas, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar









