MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) – Di tengah geliat pertumbuhan ekonomi daerah, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Muna Barat kini memiliki ruang pembinaan yang semakin kuat.
Kehadiran Rumah BUMN Muna Barat menjadi harapan baru bagi para pelaku usaha lokal yang ingin mengembangkan bisnisnya, meningkatkan kualitas produk, hingga memperluas akses pasar.
Bukan sekadar tempat berkumpul, Rumah BUMN Muna Barat hadir sebagai pusat pemberdayaan UMKM yang secara konsisten memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi berbagai kebutuhan usaha.
Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan legalitas, hingga strategi pemasaran digital, seluruh program dirancang untuk membantu UMKM naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih baik.
Sebagai bagian dari program pembinaan UMKM yang didukung oleh PT PLN (Persero), Rumah BUMN Muna Barat rutin menggelar berbagai kegiatan pengembangan kapasitas pelaku usaha.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga menyentuh berbagai kebutuhan penting dalam pengelolaan bisnis modern.
Pelaku UMKM dibekali pengetahuan mengenai manajemen usaha, pemasaran digital, pengurusan legalitas, sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), efisiensi energi, hingga strategi pengembangan produk yang berkelanjutan.
Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu beradaptasi dengan perubahan pasar yang semakin kompetitif.
Manajer Rumah BUMN PLN UID Sulselrabar, Haidir Ali, menegaskan bahwa salah satu fokus utama pembinaan adalah penguatan legalitas dan sertifikasi usaha.
Menurutnya, legalitas bukan hanya sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi yang menentukan keberlanjutan dan pengembangan sebuah usaha.
“Legalitas usaha menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada para pelaku usaha dalam mengurus berbagai dokumen penting, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, HKI, hingga berbagai perizinan lainnya.
Fasilitasi ini memberikan kemudahan bagi UMKM yang selama ini kerap menghadapi kendala dalam proses administrasi dan perizinan.
Dampak dari program tersebut mulai dirasakan oleh para pelaku usaha binaan. Sejumlah UMKM berhasil meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang kerja sama dan pembiayaan usaha.
Lebih dari itu, Rumah BUMN Muna Barat juga menjadi wadah bertemunya para pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman, membangun jejaring bisnis, dan menciptakan kolaborasi yang produktif.
Semangat gotong royong dan inovasi yang tumbuh di dalamnya menjadi modal penting dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat di daerah.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, keberadaan Rumah BUMN Muna Barat menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang berkelanjutan dapat melahirkan pelaku usaha yang lebih tangguh dan adaptif.
Harapannya, semakin banyak UMKM lokal yang mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga hingga pasar internasional.
Dengan dukungan berbagai pihak serta komitmen yang terus dijaga, Rumah BUMN Muna Barat optimistis dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah. Sebab, ketika UMKM tumbuh dan berkembang, maka kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah pun akan ikut bergerak maju.
Rumah BUMN Muna Barat Tumbuhkan UMKM Menuju Akses Pasar Lebih Luas









