KENDARI (SULTRAAKTUAL.ID) – Kerusakan tempat sandar kapal ferry di Pelabuhan Tondasi, Kabupaten Muna Barat, mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Perhubungan.
Kerusakan pada fasilitas sandar tersebut sebelumnya mulai mengganggu aktivitas pelayanan kapal, terutama dalam proses bongkar muat kendaraan dan penumpang. Kondisi ini membuat aktivitas pelabuhan harus dilakukan dengan sejumlah pembatasan demi menjaga keselamatan pengguna jasa.
Kabar baik datang dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemerintah provinsi memastikan fasilitas yang mengalami kerusakan tersebut telah masuk dalam rencana perbaikan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, mengatakan pihaknya telah menganggarkan dana untuk perbaikan tempat sandar kapal ferry di Pelabuhan Tondasi.
Menurutnya, pekerjaan perbaikan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027.
”Tahun depan akan dikerjakan, anggarannya kurang lebih Rp6 miliar,” ungkap Muhammad Fadlansyah saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (13/8/2026).
Anggaran tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi fasilitas sandar kapal sehingga aktivitas pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Tondasi dapat kembali berjalan secara optimal.
Pelabuhan Tondasi sendiri memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang, khususnya konektivitas wilayah Muna Barat dengan daerah lainnya melalui jalur laut.
Karena itu, kerusakan fasilitas dermaga bukan hanya menyangkut persoalan infrastruktur, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan mobilitas dan distribusi barang melalui jalur penyeberangan.
Rencana perbaikan dengan anggaran sekitar Rp6 miliar menjadi harapan baru bagi pengelola pelabuhan, pengguna jasa, maupun masyarakat. Dengan perbaikan tersebut, aspek keselamatan dan kelancaran pelayanan kapal ferry di Pelabuhan Tondasi diharapkan dapat kembali terjamin.
Masyarakat kini tinggal menunggu realisasi pekerjaan pada 2027. Harapannya, proses perbaikan dapat dilakukan secara maksimal sehingga fasilitas sandar kapal mampu menunjang aktivitas pelabuhan dalam jangka panjang.
Dishub Sultra Respon Kerusakan Dermaga Ferry Tondasi, Rp 6 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan









