BERITA

Bangunan SDN 6 Wadaga Rusak Parah, Ganggu Proses Belajar Mengajar

×

Bangunan SDN 6 Wadaga Rusak Parah, Ganggu Proses Belajar Mengajar

Sebarkan artikel ini
Kondisi Bangunan SDN 6 Wadaga yang membutuhkan rehabilitasi bangunan.

MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) – Kondisi infrastruktur pendidikan di SDN 6 Wadaga, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, memprihatinkan. Sebanyak sembilan lokal, termasuk gudang, dilaporkan mengalami kerusakan parah.

‎Kerusakan tersebut terlihat hampir di seluruh bagian bangunan sekolah. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa maupun guru dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.

‎Pantauan di lingkungan sekolah menunjukkan sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan serius. Ubin lantai mulai terkelupas, sementara dinding tembok terlihat kropos. Kondisi tiang bangunan juga mulai hancur hingga besi pada bagian dalamnya terlihat.

‎Tidak hanya itu, sejumlah plafon juga mulai mengalami kerusakan dan bahkan sebagian berpotensi roboh. Kondisi tersebut membuat suasana ruang belajar menjadi jauh dari kata layak untuk menunjang proses pendidikan.

‎Kepala UPTD SDN 6 Wadaga, La Ode Witu, mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah berulang kali mengusulkan perbaikan setiap tahun. Namun, hingga kini belum ada realisasi, baik melalui anggaran pemerintah pusat maupun APBD Kabupaten Muna Barat.

‎“Tiap tahun kami usulkan, hanya sampai saat ini belum ada realisasi,” ujar La Ode Witu saat ditemui di kantornya, Kamis (20/8/2026).

‎Meski demikian, pihak sekolah mendapat informasi bahwa perbaikan infrastruktur SDN 6 Wadaga telah masuk dalam daftar rencana pengerjaan pada 2027 mendatang.

‎“Katanya sudah masuk list untuk tahun 2027, semoga saja bisa terealisasi,” harapnya.

BACA JUGA :  Dinilai Mampu Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, DPRD Konsel Terus Dukung Program 'SETARA' Irham-Wahyu
Plafon SDN 6 Wadaga yang sudah mengalami kerusakan.


‎La Ode Witu berharap rencana tersebut benar-benar diwujudkan. Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan di berbagai bagian membutuhkan perhatian serius agar tidak semakin parah dan tidak membahayakan warga sekolah.

‎SDN 6 Wadaga saat ini memiliki 55 orang siswa. Untuk tenaga pendidik, terdapat empat guru ASN, lima guru P3K penuh waktu, serta tiga tenaga honorer.

‎Dengan jumlah siswa dan tenaga pendidik tersebut, keberadaan ruang belajar yang aman dan layak menjadi kebutuhan penting. Apalagi, kerusakan tidak hanya terjadi pada satu bagian bangunan, melainkan hampir menyeluruh pada fasilitas yang ada.

‎”Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Sebab, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan serta keberlangsungan proses belajar mengajar,” harapnya.

‎Kini, harapan pihak sekolah tertuju pada rencana perbaikan tahun 2027. Mereka berharap rencana yang telah masuk dalam daftar tersebut tidak kembali berhenti pada tahap pengusulan, tetapi benar-benar direalisasikan sehingga siswa dan guru SDN 6 Wadaga dapat belajar dan mengajar di lingkungan yang aman dan layak.