BERITA

Dermaga Tondasi Patah, Muatan Fery Dibatasi Tiga Ton Ancam Penurunan PAD

×

Dermaga Tondasi Patah, Muatan Fery Dibatasi Tiga Ton Ancam Penurunan PAD

Sebarkan artikel ini
Kondisi Pelabuhan Tondasi.

MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) — Aktivitas pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Tondasi, Kabupaten Muna Barat, kini menghadapi kendala serius. Dermaga yang menjadi akses utama kapal feri mengalami kerusakan pada bagian jembatan penghubung, sehingga mengganggu aktivitas bongkar muat penumpang maupun kendaraan.

‎Kondisi tersebut membuat kendaraan dengan muatan berat tidak dapat melintasi akses dermaga secara maksimal. Saat ini, muatan yang diperbolehkan melewati jembatan dibatasi hingga tiga ton. Kendaraan dengan muatan di atas batas tersebut terpaksa tidak dapat melintas.

‎Kerusakan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kelancaran arus barang dan kendaraan yang selama ini mengandalkan jalur penyeberangan Tondasi. Tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD).

‎Kepala UPTD Pelabuhan Tondasi, La Ode Rompu, berharap Pemerintah Kabupaten Muna Barat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara segera memberikan perhatian terhadap kondisi dermaga tersebut.

‎Menurutnya, kerusakan jembatan membuat pihak pelabuhan tidak bisa mengoptimalkan aktivitas pelayanan, khususnya untuk kendaraan dengan muatan berat.

‎“Kita mau maksimalkan PAD tapi jembatannya tidak memadai,” ungkap La Ode Rompu, Kamis (13/8/2026).

‎Kendaraan di Atas Tiga Ton Tak Bisa Melintas

‎Pembatasan muatan menjadi persoalan tersendiri bagi aktivitas penyeberangan. Kendaraan yang membawa barang dengan berat lebih dari tiga ton tidak dapat melewati akses dermaga yang mengalami kerusakan tersebut.

‎Padahal, Pelabuhan Tondasi menjadi salah satu jalur penting untuk mobilitas masyarakat dan distribusi barang melalui transportasi laut. Pembatasan itu secara otomatis membuat sebagian kendaraan dan muatan tidak dapat dilayani secara maksimal.

‎Rompu mengatakan kondisi tersebut perlu segera mendapatkan penanganan agar pelayanan pelabuhan kembali berjalan normal.

‎Ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dapat mengatensi kerusakan tersebut dan segera melakukan perbaikan terhadap jembatan dermaga.

‎“Kita berharap ini bisa diatensi agar pelabuhan dapat berjalan maksimal. Berharap secepatnya diadakan perbaikan,” harapnya.

‎Perbaikan Mendesak

‎Kerusakan dermaga bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin terbatas kendaraan dan muatan yang dapat masuk maupun keluar melalui pelabuhan, semakin besar pula potensi terganggunya distribusi barang.

‎Di sisi lain, pembatasan tersebut juga membuat potensi penerimaan daerah dari aktivitas pelabuhan tidak dapat dimaksimalkan.

‎Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan respons cepat. Perbaikan jembatan dermaga dinilai penting agar aktivitas bongkar muat dapat kembali berjalan normal dan kendaraan dengan muatan lebih besar dapat dilayani secara aman.

‎Harapan UPTD Pelabuhan Tondasi sederhana: infrastruktur diperbaiki, pelayanan kembali maksimal, aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu, dan potensi PAD yang selama ini menjadi salah satu sumber penerimaan daerah dapat dioptimalkan.

‎Sebab, ketika dermaga tidak mampu menopang aktivitas penyeberangan secara maksimal, bukan hanya kendaraan yang tertahan. Ada arus barang, aktivitas ekonomi, dan penerimaan daerah yang ikut terhambat.

BACA JUGA :  BNN Kota Kendari Tes Urine Hakim dan Pegawai PTUN, 52 Pegawai Dinyatakan Negatif