KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Pemerintah Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara turut memberikan perhatian adanya dugaan keracunan massal ratusan siswa di beberapa sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di Kecamatan Angata yang diduga usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (14/10/2026).
Camat Angata Kabupaten Konawe Selatan, Al Asmin S.Sos saat dikonfirmasi mengungkapkan peristiwa dugaan keracunan massal dari penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puao Desa Puao Kecamatan Angata.
“Penyedia MBG berasal dari SPPG Puao,” ujar Al Asmin.
Al Asmin menuturkan saat ini beberapa siswa yang telah menjalani perawatan medis sudah ada yang pulang ke rumahnya.
“Alhamdulillah sudah ada yang pulang usai menjalani perawatan. Tidak ada yang dirujuk,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut peristiwa tersebut, lanjut Al Asmin, Pemerintah Kecamatan Angata dan Polsek Angata telah berkoordinasi untuk mengamankan SPPG Puao.
“Untuk sementara diamankan oleh pihak Polda Sultra, Polres Konsel sembari menunggu hasil sampel makanan oleh pihak BGN dan Tim,” tuturnya.
Al Asmin menuturkan bahwa kejadian dugaan keracunan massal tersebut bukan jatah MBG hari ini (Rabu, red).
“Jadi bukan jatah hari ini, tapi hari yang kemarin. Untuk hari ini sebelumnya sempat dibagikan, namun dengan adanya kejadian ini maka dihentikan dulu jangan sampai terjadi tambahan peristiwa yang sama. Tetapi setelah diidentifikasi tidak ada masalah untuk jatah hari ini,” ujarnya.
Menurut Al Asmin, informasi yang dihimpun diduga penyebab keracunan massal yang menimpa para pelajar karena sajian ayam pada MBG Selasa 13 Oktober 2026 berbusa.
“Diduga karena sajian ayamnya. Informasinya menu ayam ada yang berbusa. Mungkin karena para siswa lapar jadi makanannya tetap dikonsumsi,” ungkap Al Asmin.
Kata dia, peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan bagi aparat pemerintah setempat, pihak sekolah, orang tua dan masyarakat.
“Kita was-was karena sudah ratusan. Gejalanya sakit perut, mual, pusing dan sesak napas. Olehnya itu kita arahkan ke Puskesmas terdekat untuk segera mendapat penanganan. Alhamdulillah sudah ditangani dan tenaga medis seperti penambahan dokter dan tabung oksigen,” papar Al Asmin.
Al Asmin mengimbau agar masyarakat tetap tenang karena peristiwa ini telah ditangani oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Konsel, pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Yuyun Nirwana Subair mengatakan jumlah siswa yang telah menjalani perawatan medis di Puskesmas Motaha sebanyak 144 siswa.
Berasal dari siswa SMA 10 Konawe Selatan juga berasal dari SDN 3 Angata, SDN 1 Angata, SDN 12 Angata, SDN 4 Angata dan SMPN 7 Konawe Selatan.
“Dinkes sudah memaksimalkan penanganan dengan berkolaborasi tenaga medis dan dokter dari Puskesmas Motaha, Mowila, Sabulakoa, Benua dan Tim Rumah Sakit Umum Daerah. Alhamdulilah dari 145 siswa, saat ini tinggal 25 siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Motaha,” terang Yuyun.
Lanjut Yuyun, satu pasien yang berasal dari SMAN 10 Konawe Selatan berinisial CB tengah diobservasi di Puskesmas Mowila.
Kata Yuyun, untuk SPPG bukan kewenangan Dinas Kesehatan melakukan intervensi, namun saat ini tengah dilakukan investigasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), BPOM, dan pihak kepolisian.
“Untuk SPPG ranahnya BGN, untuk Dinas Kesehatan kita sudah maksimalkan dengan menambah tenaga perawat dan dokter 4 Puskesmas serta rumah sakit,” tambah Yuyun.

