KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus meningkat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Konsel pun terus bekerja ekstra untuk berupaya melakukan pemadaman dan pemutusan penjalaran lalapan Si Jago Merah.
Sepanjang Bulan Juli hingga Bulan September Tahun 2026, Damkarmat Konsel mencatat 35 kasus kebakaran. 29 kasus merupakan Karhutla dan 6 kasus kebakaran rumah yang menyebabkan kerugian materil mencapai miliaran rupiah.
Kepala Dinas Damkarmat Konsel, Saifuddin Suhri S.Sos membenarkan hal tersebut.
Kata dia, untuk kebakaran rumah terjadi di Desa Mataiwoi Kecamatan Andoolo Barat, kerugian Rp 500.000.000 dan satu orang pemiliknya meninggal dunia.
Berikutnya, kebakaran Bangunan Ruko di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo kerugian Rp 100.000.000, kebakaran Bangunan Rumah di Ranomeeto Kecamatan Ranomeeto kerugian Rp 40.000.000, kebakaran bangunan rumah di Desa Sambahule Kecamatan Baito kerugian Rp 150.000.000, kebakaran bangunan rumah di Desa Eewa Kecamatan Palangga kerugian Rp 130.000.000 dan kebakaran bangunan rumah Desa Poli-Polia Kecamatan Basala kerugian ditaksir Rp 200.000.000.
“Kebakaran bangunan rumah diduga disebabkan korsleting listrik. Enam peristiwa di tempat yang berbeda terdapat satu orang korban meninggal dunia. Total kerugian ditaksir Rp. 1.030.000.000,” ungkap Boby sapaan Kadis Damkarmat Konsel.
Tak hanya itu, lanjutnya, peristiwa Karhutla juga kian meningkat dalam tiga bulan sejak periode Juli hingga September tahun 2026.
“Karhutla sampai Senin 14 September 2026 tercatat sudah 29 kasus dengan ratusan hektar areal Karhutla yang terbakar. Kami terus berupaya melakukan pemadaman dan pemutusan penjalaran api bersama personel. Dibantu oleh aparat TNI dan Polri,” jelas Boby.
Tak henti-hentinya ia mengimbau agar masyarakat tidak membakar lahan yang dapat memicu kebakaran.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja, apalagi saat ini musim kering yang dapat mempercepat terjadinya kebakaran,” kata Boby.









