KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tak henti-hentinya terjadi.
Dalam sepekan saja peristiwa Karhutla sudah melanda puluhan hektar hutan dan lahan di beberapa titik di Kabupaten Konsel.
Untungnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Konsel selalu sigap dan bergerak cepat menindak lanjuti laporan masyarakat adanya kejadian Karhutla.

Sejak periode Kamis 8 Oktober 2026 hingga Senin 12 Oktober 2026, kejadian Karhutla sebanyak 7 kasus dengan luas 24 hektar Karhutla yang berhasil dilakukan antisipasi kebakaran lebih meluas dan 1 peristiwa Karhutla yang tidak dapat diintervensi di karenakan medan ekstrim yakni Gunung Puupi Kecamatan Kolono.
Kepala Damkarmat Konsel, Saifuddin Suhri S.Sos membenarkan hal tersebut.
“Dalam kurun waktu lima hari terjadi tujuh kasus Karhutla yang berhasil kami intervensi untuk mencegah meluasnya peristiwa kebakaran. Sedangkan peristiwa Karhutla di Kecamatan Kolono tepatnya Gunung Puupi tidak dapat dijangkau karena medannya ekstrim,” ungkap Boby sapaan Saifuddin Suhri.

Dia mengatakan beberapa titik yakni Desa Ambaipua Kecamatan Ranomeeto seluas 5 hektar Karhutla, Desa Lambakara Kecamatan Laeya dengan luas Karhutla 4 hektar, Desa Koeono Kecamatan Palangga Selatan Karhutla terjadi seluas 1 hektar, Kelurahan Palangga Kecamatan Palangga Karhutla terjadi seluas 1 hektar, Desa Lalobao Kecamatan Andoolo Karhutla seluas 10 hektar, Kelurahan Punggaluku Kecamatan Laeya Karhutla seluas 1 hektar, dan Desa Ululakara Kecamatan Palangga Selatan Karhutla seluas 2 hektar.

“Meski luasan 24 hektar cukup besar dari tujuh titik kejadian, namun upaya Damkarmat mengatasi lebih luasnya kejadian kebakaran hutan dan lahan telah diantisipasi oleh personel,” ungkap Boby.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan secara serampangan dan memicu hal-hal yang dapat membuat percikan api di areal hutan dan lahan.
‎
‎
‎
‎

