MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) — Peristiwa ironis terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Demi menyelamatkan nyawa bayinya yang mengalami sesak napas dan masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), keluarga pasien terpaksa mengambil sendiri obat di instalasi farmasi akibat petugas yang berjaga tidak berada di tempat.
Keluarga pasien bahkan terlihat membuka ruang farmasi dengan mengambil kunci ruangan yang disimpan di bawah pot bunga.
Tindakan tersebut dilakukan karena kondisi pasien membutuhkan penanganan cepat dan obat yang harus segera diberikan.
Kejadian ini menuai sorotan dari berbagai pihak, salah satunya Irfan, pemerhati kesehatan di Muna Barat. Ia menyayangkan insiden tersebut dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Ini tidak boleh terulang kembali. Instalasi farmasi itu tempat yang krusial, karena ketika ada pasien gawat darurat yang sudah ditangani dokter, tidak akan tertolong jika obat yang dibutuhkan tidak tersedia akibat tidak adanya petugas yang menjaga instalasi farmasi,” ujar Irfan, Rabu (27/5/2026).
Lebih ironisnya lagi, berdasarkan pantauan jurnalis media ini, terdapat salah satu pasien yang terpaksa pulang tanpa mendapatkan obat yang telah diresepkan dokter karena petugas instalasi farmasi tidak masuk kerja.
Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pelayanan kesehatan dan kedisiplinan petugas di RSUD Muna Barat, khususnya pada layanan farmasi yang merupakan bagian vital dalam penanganan pasien, terutama dalam kondisi darurat.
Ironis, Keluarga Pasien di RSUD Muna Barat Ambil Sendiri Obat di Instalasi Farmasi Karena Petugas Tak Datang









