KONAWE KEPULAUAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Politisi PDI-P Kabupaten Konawe Selatan, Herman Pambahako SH menghadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Adat Kerajaan Wawonii se-Kabupaten Konawe Kepulauan Periode 2026–2031 di Desa Rawa Indah, Kecamatan Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan, Selasa (18/8/2026).
Kedatangan Herman Pambahako di acara tersebut bukan tanpa alasan, sebab dalam struktur pengurus dewan adat Kerjaan Wawonii, Herman Pambahako dinobatkan sebagai dewan kehormatan.
Kegiatan itu menunjukan jika masyarakat di wilayah Konawe Kepulauan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur adat istiadat, seperti gotong royong, musyawarah mufakat, serta penghormatan kepada para tetua adat bagian tak terpisahkan dari persatuan dan jati diri masyarakat setempat.
Acara ini menjadi momen penting bagi Lembaga Adat Wawonii (LAW) selaku pemegang otoritas tradisi yang dipimpin oleh seorang Mokole (Raja/Kepala Adat Tertinggi), untuk terus melestarikan hukum adat, menjaga nilai budaya, dan melindungi ruang hidup masyarakat lokal.
Ketua Panitia Pengukuhan, Amir Karim melaporkan seluruh rangkaian proses perencanaan hingga pelaksanaan yang berjalan lancar sehingga kegiatan itu dapat diselenggarakan.
Amir Karim sempat menyinggung bahwa ada isu yang beredar di tengah masyarakat yang menyebutkan kehadiran Herman Pambahakon di acara itu mengandung nuansa politik.
“Kegiatan ini murni semata-mata untuk kepentingan adat dan budaya, tanpa unsur politik apa pun,” tepisnya.
Ketua Dewan Adat Wawonii, H. Abdul Salam mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi penerus di Konawe Kepulauan, untuk terus merawat dan menjaga kelestarian adat serta budaya.
Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Herman Pambahako atas kontribusinya dalam pembangunan salah satu monumen adat Wawonii, yaitu Rumah Adat Wawonii.
Sementara itu, Herman Pambahako menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar masyarakat Wawonii dan Dewan adat Kerajaan Wawonii atas undangan serta kepercayaan yang diberikan untuk berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Herman Pambahako memperkenalkan silsilah keluarganya di hadapan seluruh peserta kegiatan.
“Saya bukan pendatang. Almarhum ayahanda saya adalah putra daerah kelahiran Wawonii, dan seluruh kerabat keluarga saya mendiami wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan, tersebar di beberapa kecamatan dan desa yang ada di Wawonii,” kata Herman.
Terkait isu yang beredar mengenai kehadirannya, Herman tak mau sesumbar. “Perlu saya tegaskan, kehadiran saya di Lampeapi ini adalah undangan resmi dari keluarga besar Dewan Kerajaan Wawonii. Murni untuk menghadiri acara adat, bukan untuk berpolitik. Kabar yang mengatakan kehadiran saya mengandung kepentingan politik itu tidak benar adanya,” jelas Herman.
Herman juga diisukan bakal menggalang kekuatan politik di Konawe Kepulauan untuk meletakan pondasi dalam kompetisi kepala daerah kedepan.
“Doa seperti itu tentu perlu kita aminkan. Itu justru bentuk kekhawatiran para pelaku politik yang merasa saya layak diperhitungkan. Namun saat ini, kehadiran saya di sini sama sekali bukan urusan politik. Meskipun saya menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Konawe Selatan, kedatangan saya murni karena panggilan adat dan keluarga besar Dewan Kerajaan Wawonii,” jelasnya lagi
Herman mengatakan asumsi seperti itu akan memecah belah masyarakat Wawonii.
“Jangan sampai doa yang beredar itu saya aminkan sebagai langkah awal pencalonan baik itu bupati maupun anggota DPRD. Namun jika itu di takdirkan, saya pastikan patut di waspadai yang akan berkompetisi dengan saya, sekalipun itu petahana,” tantangnya.
Acara pengukuhan ini berlangsung penuh kekeluargaan, menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat Wawonii tetap kokoh berdiri, di tengah arus zaman yang terus berubah. Semangat merawat tradisi dan menjaga persatuan menjadi pesan utama yang dibawa pulang oleh setiap hadirin.



