KENDARI (SULTRAAKTUAL.ID) – Pembangunan infrastruktur di Kota Kendari pada tahun 2025 ini menjadi sorotan positif dan mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Hal ini sejalan dengan apa yang telah ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Siska Karina Imran dan Sudirman dinilai berhasil menjalankan komitmen membangun, di mana selama lima tahun ke belakang pekerjaan besar sempat terhenti.

“Terkait dengan infrastruktur jalan, pemerintah Kota Kendari di 2025 ini menjadi hal yang juga tertuang dalam RPJMD kita. Pembangunan infrastruktur hari ini sudah mulai dirasakan oleh teman-teman dan masyarakat Kota Kendari,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari Rajab Jinik, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, selama periode sebelumnya, meskipun sebenarnya ada perencanaan dan usulan anggaran yang didorong ke DPRD, namun realisasinya nihil. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan dan kemampuan manajemen anggaran yang belum maksimal.
“Karena kita tahu bersama, selama lima tahun ke belakang dengan beberapa periode kepemimpinan, dengan kemampuan anggaran yang juga tidak memadai, pembangunan itu tidak dilakukan. Padahal sebenarnya anggarannya ada, beberapa kali perencanaan didorong ke DPRD tapi tidak terealisasi,” jelasnya.
Oleh karena itu, kehadiran pemerintahan baru periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Siska Karina Imran dan Sudirman membawa angin segar. Komitmen untuk membangun yang selama ini tertunda kini mulai dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Makanya komitmen itu hari ini dijalankan oleh Wali Kota periode 2025-2030 oleh Siska Karina Imran – Sudirman. Termasuk contohnya di Lorong Jambu, itu sudah 5 tahun yang lalu kita rencanakan tapi tidak tersentuh. Sekarang kebijakan Walikota berbeda, beliau melihat betul apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, yang betul-betul dibutuhkan dan itu dipenuhi,” tegasnya.
Dia juga memuji langkah kepala daerah yang responsif. Jalan-jalan yang selama ini menjadi keluhan utama warga kini mendapat respon cepat, dilakukan penyesuaian anggaran, dan akhirnya terwujud menjadi fisik yang nyata.

“Alhamdulillah hari ini oleh Siska – Sudirman, jalan-jalan yang memang dikeluhkan oleh masyarakat direspon. Beliau lakukan penyesuaian anggaran dan alhamdulillah sudah terbangun jalan-jalan kita, baik itu yang di jalan poros maupun jalan di dalam lorong-lorong,” tambahnya.
Pihaknya berharap pembangunan ini terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Masyarakat pun dinilai patut berterima kasih karena visi misi yang dijanjikan saat kampanye kini mulai dijalankan dengan nyata.

“Saya pikir ini harus terus ditingkatkan. Kita masyarakat Kota Kendari harus memang berterima kasih kepada Wali Kota Kendari Siska Karina Imran – Sudirman di dalam menjalankan visi misi beliau,” ucapnya.
Namun, ia juga menitipkan pesan agar tidak berpuas diri. Masih ada beberapa titik, terutama di lorong-lorong kecil yang masih membutuhkan perhatian dan perbaikan lebih lanjut.
“Tinggal bagaimana kita menjaga dan merawat, dan kita juga menitip pesan kepada Wali Kota untuk terus ditingkatkan apa yang menjadi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat ini. Yang kita tahu bersama bahwa masih ada sebagian lorong-lorong yang memang perlu perbaikan,” jelasnya.
Dipaparkannya, dalam pembahasan anggaran tahun 2026 nanti, sudah terlihat banyak daftar kebutuhan baru yang akan ditindaklanjuti oleh pemerintah kota.
“Dan dalam posisi itu, Wali Kota Kendari saya pikir tidak surut semangat beliau untuk bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat dengan efisiensi kita. Kita juga DPR dalam tugas pengawasan budgeting sepakat untuk bagaimana memaksimalkan ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, dia juga menekankan pentingnya keseimbangan peran. Pemerintah bekerja membangun, namun masyarakat juga wajib mendukung dengan memenuhi kewajibannya, yaitu membayar pajak dan retribusi tepat waktu.
“Hal ini juga harus balance dengan kewajiban masyarakat di dalam kepatuhan membayar pajak dan pembayaran retribusi tepat waktu. Karena memang dari situ Kota Kendari ini hari ini dibangun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.
Jika masyarakat acuh tak acuh dan tidak berkontribusi, maka hal itu akan menjadi masalah baru bagi keberlangsungan pembangunan di masa depan.
“Jadi kalau masyarakat tidak punya kontribusi yang signifikan dan acuh tak acuh terhadap kewajiban mereka di dalam membayar pajak ini, yang nantinya akan menimbulkan masalah kita di Kota Kendari. Balance itulah yang kita butuhkan,” tambahnya.
Faktor lain yang membuat PAD menjadi sangat krusial adalah adanya pemotongan anggaran transfer dari pusat. Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Kota Kendari dikabarkan terpotong sangat besar, mencapai lebih dari Rp200 Miliar. Hal ini tentu berdampak signifikan pada porsi pembangunan.
“Kita tahu bersama anggaran DAU kita dipotong sebesar 200 miliar lebih dan itu mempengaruhi porsi pembangunan kita di kota. Sehingga yang kita andalkan hari ini hanya PAD kita,” tegasnya.
Inilah sebabnya, menurutnya, pembahasan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LKPJ) kali ini dilakukan secara mendalam dan cukup lama. Tujuannya agar kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) benar-benar maksimal dalam menggali potensi daerah.
“Yang hari ini kita kenapa kita harus rapat LKPJ ini agak sedikit lama karena memang ingin kita meningkatkan kinerja dari teman-teman OPD. Pada tugas pengawasan kami, kami dorong bagaimana mereka betul-betul melakukan tugas dan tupoksinya untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerah kita terkait penerimaan daerah, dalam hal ini retribusi maupun pajak,” pungkasnya.
“Karena tumpuan kita hanya di PAD, tidak ada tumpuan lagi dari pusat terkait dengan bagaimana membangun secara signifikan,” tandasnya.

