KESEHATAN

Dinkes Konsel dan RSUD Dr. Soetomo Jalin Kerja Sama Pemeriksaan Konfirmasi G6PD

×

Dinkes Konsel dan RSUD Dr. Soetomo Jalin Kerja Sama Pemeriksaan Konfirmasi G6PD

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan Menjalin Kerja Sama RSUD Dr. Soetomo pada pelaksanaan pemeriksaan tes konfirmasi Defisiensi Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD) pada bayi baru lahir.

SURABAYA (SULTRAAKTUAL.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya terkait pelaksanaan pemeriksaan tes konfirmasi Defisiensi Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD) pada bayi baru lahir.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penguatan program skrining bayi baru lahir sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan penandatanganan tersebut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan dan pihak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen membangun sistem rujukan yang efektif, mekanisme pemeriksaan yang terstandar, serta pelaporan dan tindak lanjut kasus yang lebih terintegrasi guna memastikan setiap bayi yang terindikasi atau memiliki hasil skrining positif Defisiensi G6PD mendapatkan pemeriksaan konfirmasi yang akurat dan berkualitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS S.Sos M.Kes mengatakan kesehatan bayi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, upaya deteksi dini terhadap berbagai kelainan bawaan menjadi salah satu strategi utama untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian pada bayi.

“Melalui kerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya, kami ingin memastikan setiap bayi di Kabupaten Konawe Selatan yang terindikasi atau memiliki hasil skrining positif Defisiensi G6PD dapat memperoleh pemeriksaan konfirmasi yang cepat, akurat, dan berkualitas,” ujarnya.

Nurlita menuturkan Ini merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan untuk memberikan perlindungan kesehatan sejak awal kehidupan sehingga risiko komplikasi yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak dapat dicegah sedini mungkin.

Defisiensi G6PD merupakan kelainan genetik yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah, anemia hemolitik, hingga ikterus berat yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan permanen apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Karena itu, pemeriksaan konfirmasi menjadi tahapan penting setelah pelaksanaan skrining pada bayi baru lahir.

RSUD Dr. Soetomo Surabaya dipilih sebagai rumah sakit rujukan karena memiliki fasilitas laboratorium, sumber daya, dan tenaga ahli yang kompeten dalam melakukan pemeriksaan konfirmasi G6PD. Kerja sama ini juga mengatur mekanisme pengiriman sampel, pelaksanaan pemeriksaan, pelaporan hasil, hingga tindak lanjut terhadap kasus yang terkonfirmasi sehingga pelayanan dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan.

Nurlita menambahkan kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sistem rujukan pemeriksaan laboratorium, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Konawe Selatan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi fondasi bagi pengembangan kolaborasi di bidang kesehatan lainnya. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan generasi Konawe Selatan yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing di masa depan,” tambahnya.

Selain menjamin mutu dan akurasi hasil pemeriksaan, perjanjian kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus, mencegah komplikasi serius pada bayi, serta mendukung keberhasilan program skrining bayi baru lahir secara menyeluruh. Kehadiran sistem pelaporan dan monitoring yang terintegrasi juga akan menjadi dasar dalam evaluasi program dan pengambilan kebijakan kesehatan daerah.

Melalui sinergi yang terjalin antara Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya, diharapkan pelayanan kesehatan bayi di Konawe Selatan semakin berkualitas sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.

BACA JUGA :  Dinkes Muna Barat Ajak Kader Posyandu dan Tomas Kendalikan Penyakit Kronis
error: Content is protected !!