KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus melanda sebagian wilayah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di beberapa kecamatan.
Di awal Bulan Oktober sembilan kasus Karhutla diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Konawe Selatan dengan total Karhutla mencapai angka 27,5 hektar.

Peristiwa Karhutla tersebut terbagi di beberapa beberapa kecamatan membuat Personel Damkarmat Konsel harus selalu sigap dalam upaya melakukan pemadaman.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Damkarmat Konsel, Saifuddin Suhri S.Sos.
Kata Saifuddin Suhri, peristiwa Karhutla nyaris terjadi setiap hari di beberapa kecamatan di Kabupaten Konsel.

Kata Saifuddin Suhri, di awal bulan Oktober Karhutla terjadi di Kecamatan Ranomeeto, Ranomeeto Barat, Konda, Andoolo, Laeya dan Kecamatan Tinanggea.
“Total sepekan Karhutla di awal Oktober seluas 27,5 hektar,” rinci Saifuddin Suhri.
Ia mengatakan luasan Karhutla bisa saja bertambah jika personel Damkarmat, TNI, Polri dan masyarakat tidak sigap bersama-sama melakukan upaya pemadaman dan pemutusan penjalaran api.

Sejumlah wilayah dan luasan yang dilanda Karhutla yakni Desa Ambaipua Kecamatan Ranomeeto seluas 8 hektar, Desa Amokuni Kecamatan Ranomeeto Barat seluas 2 hektar, Desa Wunduwatu Kecamatan Andoolo seluas 2 hektar, Desa Lebo Jaya Kecamatan Konda seluas 2 hektar dan Desa Masagena Kecamatan Konda seluas 2 hektar.
Selanjutnya, kata Boby sapaannya, di pekan yang sama Karhutla kembali melanda di Desa Wunduwatu Kecamatan Andoolo seluas 2 hektar, Desa Anduna Kecamatan Laeya seluas 1,5 hektar, Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea seluas 4 hektar, dan Desa Andoolo Kecamatan Andoolo seluas 6 hektar.

Boby mengatakan saat ini Damkarmat Konsel terus melakukan status siaga dan tanggal terhadap laporan masyarakat.

“Kita berupaya terus siaga dan tanggal terhadap laporan masyarakat. Sebab, Karhutla bisa saja terus terjadi baik siang maupun malam,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan melaporkan kejadian-kejadian Karhutla agar dapat diantisipasi oleh seluruh pihak utamanya Damkarmat, kepolisian, TNI maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Selatan.

“Kita terus mengimbau dan berharap masyarakat dapat melaporkan kejadian Karhutla sedini mungkin agar pemadaman dan pemutusan penjalaran api lebih dini diproteksi,” imbau Boby.
Tak lupa ia menambahkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara semrawut yang dapat memicu terjadinya Karhutla dalam skala besar-besaran dan mengancam kerugian materil kepada masyarakat.
‎
‎
‎‎
‎
‎

