KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kembali melakukan penanganan pemutusan penjalaran api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sejak Jumat 16 Oktober sampai Senin 19 Oktober 2026, Damkarmat Konsel kembali mencatat dan mengintervensi pemadaman di 10 lokasi Karhutla.

“Hampir setiap hari terjadi Karhutla di Konawe Selatan. Alhamdulillah personel kami terjun langsung di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pemutusan penjalaran api,” ungkap Kepala Damkarmat Konsel, Saifuddin Suhri S.Sos.
Saifuddin Suhri mengatakan dari 10 lokasi Karhutla pada periode Jumat 16 Oktober sampai Senin 19 Oktober 2026 luas Karhutla yang terjadi menelan 30 hektar lahan.

Sejumlah titik Karhutla, kata Boby sapaan Saifuddin Suhri yakni Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea seluas 1 hektar, Desa Puao Kecamatan Angata 1 hektar, Desa Watudemba Kecamatan Palangga seluas 16 hektar, Desa Lambakara Kecamatan Laeya seluas 1 hektar, Kelurahan Palangga Kecamatan Palangga dengan luas 2 hektar, Desa Lamomea Kecamatan Konda seluas 1 hektar, Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo seluas 3 hektar dan Desa Sanggi-Sanggi Kecamatan Palangga seluas 5 hektar Karhutla.

“Upaya kita melakukan pemadaman dan pemutusan penjalaran api. Meski itu ada luasan lahan dan hutan mmengalami kebakaran, tetapi antisipasi agar tidak meluas upaya personel melakukan pemadaman sudah kita maksimalkan,” papar Boby.
Ia mengatakan pemadaman dan pemutusan penjalaran api melibatkan UPTD Damkarmat Konsel yang terdapat di Kecamatan Laeya, Tinanggea, Ranomeeto dan UPTD Damkarmat Angata.

“Titik Karhutla yang berada di wilayah tugas keempat UPTD Damkarmat itu juga dibantu oleh personel Damkarmat kabupaten,” kata Boby.
Boby menambahkan dalam mengatasi Karhutla, Damkarmat dibantu oleh TNI, Polri, pemerintah setempat dan melibatkan masyarakat sekitar lokasi Karhutla.

