BERITA

Anak Petani di Muna Barat jadi Pembawa Baki Pengibaran Sang Saka Merah Putih, Natalia: Perjuangan Latihan Terbayar Lunas

×

Anak Petani di Muna Barat jadi Pembawa Baki Pengibaran Sang Saka Merah Putih, Natalia: Perjuangan Latihan Terbayar Lunas

Sebarkan artikel ini
Natalia Anak Petani di Muna Barat yang terpilih menjadi pembawa baki pengibaran bendera Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Muna Barat, Senin (17/8/2026).

MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) — Di balik keberhasilan seorang pelajar menjalankan tugas dalam upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih, tersimpan perjuangan panjang yang tidak selalu terlihat. Hal itu dirasakan Natalia, siswi SMAN 1 Kusambi, yang berhasil menjalankan tugasnya membawa Sang Saka Merah Putih dengan penuh tanggung jawab.

‎Bagi Natalia, momen tersebut bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara. Ada rasa haru dan bahagia yang begitu mendalam setelah seluruh proses latihan yang melelahkan akhirnya terbayarkan.

‎Usai menjalankan tugasnya, Natalia mengaku terharu sekaligus bahagia. Penderitaan dan rasa lelah selama menjalani latihan, menurutnya, terbayar setelah dirinya berhasil menyelesaikan tugas dengan baik.

‎”Saya merasa sangat terharu dan bahagia. Semua perjuangan selama latihan akhirnya terbayarkan setelah berhasil menjalankan tugas,” ungkap Natalia.

‎Di balik sosok Natalia yang berdiri tegap membawa Sang Saka Merah Putih, terdapat keluarga sederhana yang menjadi sumber semangatnya. Natalia merupakan putri pasangan Rasit dan Wa Ode Siti Andriani, yang sehari-hari berprofesi sebagai petani.

‎Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Natalia mengaku ingin memberikan kebanggaan kepada kedua orang tuanya. Perjuangannya di sekolah tidak hanya ditunjukkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga dalam bidang akademik.

‎Di lingkungan sekolah, Natalia aktif mengikuti kegiatan Pramuka dan menari. Sementara dalam bidang akademik, ia berhasil masuk dalam sepuluh besar.

‎Prestasi dan pengalaman tersebut semakin memupuk kepercayaan dirinya untuk mengejar cita-cita. Natalia bercita-cita menjadi Polwan.

‎Keinginannya menjadi anggota Polri menjadi motivasi tersendiri bagi Natalia untuk terus belajar, disiplin dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

‎Kisah Natalia menjadi gambaran bahwa keterbatasan latar belakang keluarga bukan penghalang untuk meraih prestasi. Sebagai anak petani, ia membuktikan bahwa kerja keras, disiplin dan dukungan keluarga dapat mengantarkan seorang pelajar berdiri dalam sebuah momen penting membawa Sang Saka Merah Putih.

‎Bagi Natalia, keberhasilan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, pengalaman menjalankan tugas membawa Sang Saka Merah Putih menjadi langkah baru untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang Polwan dan membanggakan kedua orang tuanya.

BACA JUGA :  Pemda Konsel Gelar Profiling ASN, Bupati Irham : Pengisian Jabatan Harus Sesuai Kompetensi ASN