MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) – Ketua Aliansi Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (ALAM Sultra), Rahman, menilai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Barat, dr. Syahril Fitrah, telah menyampaikan kebohongan publik terkait alasan tidak dibukanya instalasi farmasi pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 09.50 Wita.
Sebelumnya, dr. Syahril Fitrah menyebut petugas instalasi farmasi tidak berada di tempat karena sedang melaksanakan Salat Idul Adha.
Namun, pernyataan tersebut dibantah Rahman. Ia menilai alasan yang disampaikan direktur rumah sakit tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada.
“Pandai juga berbohong paleng direktur ini, alasannya tidak masuk akal. Masa petugasnya pergi salat Idul Adha di jam 10 pagi. Ini kan alasan tidak masuk akal dengan mengada-ada,” ungkap Rahman.
Rahman menjelaskan, pada saat kejadian kondisi di IGD tetap berjalan normal. Bahkan, dokter yang berjaga disebut telah kembali dari Salat Idul Adha sebelum pasien datang.
“Di UGD saja dokter yang berjaga juga melakukan salat Idul Adha, namun sebelum kejadian itu dia telah datang kembali. Posisi saat itu sudah siang, dokter yang berjaga sudah pulang dari salat, sedangkan pasien masuk sudah siang. Dokter juga sudah memeriksa beberapa pasien di UGD,” bebernya.
Menurut Rahman, alasan yang menyebut petugas farmasi sedang melaksanakan Salat Idul Adha merupakan alasan klasik yang terkesan hanya untuk membela diri atas dugaan lemahnya pelayanan rumah sakit.
Karena itu, ALAM Sultra meminta Direktur RSUD Muna Barat berani mengakui adanya dugaan kelalaian dalam pengelolaan manajemen rumah sakit.
“Akui sajalah, jangan mencari alasan dan mengambinghitamkan sesuatu. Kalau memang sudah tidak mampu, mundur saja,” sentil Rahman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, Arif Ndaga menyatakan pihaknya akan melakukan inspeksi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Barat guna memastikan pelayanan kesehatan, khususnya di instalasi farmasi, berjalan dengan baik.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya keluhan keluarga pasien terkait tidak adanya pelayanan di instalasi farmasi RSUD Muna Barat beberapa waktu lalu.
“Untuk memastikan pelayanan, kami akan melakukan inspeksi. Besok insya Allah akan ke RSUD,” ungkap Arif Ndaga, Kamis (28/5/2026).
Selain melakukan inspeksi, Dinkes Muna Barat juga telah meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit terkait kejadian yang sempat menjadi sorotan publik tersebut.
“Kami juga sudah melakukan klarifikasi pada Direktur RSUD untuk memastikan apakah kejadian itu benar atau seperti apa,” tambahnya.
Arif Ndaga menegaskan, Dinas Kesehatan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal.
ALAM Sultra Nilai Direktur RSUD Muna Barat Sampaikan Kebohongan Publik, Dinkes Mau Sidak









