KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Pemerintah Republik Indonesia (RI) berkomitmen melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di kancah global melalui dunia pendidikan yang unggul, berintegritas dan berkarakter.
Salah satu langkah yang dilakukan dengan mewujudkan lahirnya 51 Sekolah terdiri dari 4 (empat) lokasi SMA Unggul Garuda Baru yaitu SMA Unggul Garuda Baru Belitung Timur, SMA Unggul Garuda Baru Konawe Selatan, SMA Unggul Garuda Baru Bulungan, dan SMA Unggul Garuda Baru Timor Tengah Selatan, serta 47 SMA Unggul Garuda Transformasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) momentum untuk memperkenalkan ekosistem Sekolah Garuda kepada masyarakat luas diadakannya Gelar Griya Open House SMA Unggul Garuda di Desa Lebo Jaya Kecamatan Konda, Sabtu (17/10/2026).

Di kesempatan itu, Gubernur Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan, Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto mengatakan keberadaan SMA Unggul Garuda merupakan program strategis dalam bidang pendidikan, sains dan teknologi Presiden RI, Prabowo Subianto.
“SMA Unggul Garuda merupakan peluang dan kesempatan untuk melahirkan generasi unggul yang berdaya saing, sebab kurikulum Sekolah Garuda berstandar internasional,” sambut Donny Ermawan Taufanto.
Menurutnya, Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan (URI) akan fokus mengelola pada talenta-talenta unggul nasional yang disiapkan menjadi pemimpin bangsa. Mulai dari jenjang SMA, universitas baik Aparatur Sipil Negara maupun BUMN.
“Talenta ini akan menjadi satu ekosistem dalam URI,” sebutnya.
Kata dia, pemerintah membutuhkan SDM unggul yang cerdas dengan hati mulia, integritas dan cinta tanah air. “Talenta-talenta ini agar dapat bersaing dengan dunia global dalam menyongsong Indonesia emas,” harap Donny.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani MA M.Si Ph.D berharap adanya Sekolah Unggul Garuda dapat diakses oleh putra-putri terbaik di Indonesia.

“Kami berharap putra-putri Indonesia masuk ke Sekolah Garuda. Bukan saja berprestasi secara akademik melainkan melahirkan minat bakat dalam mencintai budaya lokal,” tutur Ahmad Najib.
Dia mengatakan keberadaan SMA Unggul Garuda merupakan kepedulian pemerintah pusat terhadap talenta unggul skala nasional.
“InsyaAllah Sekolah Unggul Garuda akan mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah, dengan adanya talenta unggul maka alumni SMA Unggul Garuda dapat melanjutkan pendidikannya di kampus-kampus terbaik dunia,” papar Ahmad Najib.
Gubernur Sultra Mayjen (Purn) Andi Sumangerukka yang di Wakili Pj Sekretaris Daerah, Drs Muhammad Fadlansyah M.Si mengungkapkan keberadaan SMA Unggul Garuda merupakan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam dunia pendidikan untuk menciptakan generasi unggul dan berkarakter.
“SMA Unggul Garuda merupakan langkah strategis dalam memperkuat pendidikan yang strategis di daerah dalam melahirkan ekosistem pendidikan dalam menciptakan generasi unggul,” nilai Fadlansyah.

Fadlansyah bilang SMA Unggul Garuda adalah inspirasi dalam mendorong mutu pendidikan di daerah yang berkualitas, adaptif dan memperkuat putra-putri di Sultra dalam mendorong terwujudnya Indonesia emas.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Unggul Garuda, Dian Anggraeni S.Pd M.Pd menuturkan Gelar Griya Open House SMA Unggul Garuda digelar secara serentak open house di 51 Sekolah yang tergabung dalam Ekosistem Sekolah Garuda.
Dian Anggraeni mengatakan Gelar Griya diselenggarakan untuk memperkenalkan eksistensi sekolah dan pendidikan yang mulai berjalan.
“Kegiatan pendidikan tahun ajaran mulai berjalan pada bulan Juli tahun 2026 dengan jumlah peserta didik sebanyak 76 orang. Jumlah peserta didik berasal dari Sultra sebanyak 13 orang dan selebihnya berasal dari Sumatera, Jawa dan provinsi lainnya di Indonesia,” jelas Dian Anggraeni.

Dia menambahkan penerimaan murid SMA Unggul Garuda melalui tahapan seleksi tingkat nasional.
Gelar Griya SMA Unggul Garuda Konawe Selatan dihadiri langsung Gubernur Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan, Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Anton Nugroho, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani MA M.Si Ph.D, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo S.Sos M.Si dan tokoh masyarakat Kabupaten Konawe Selatan.

