MUNA BARAT (SULTRAAKTUAL.ID) – Final Pekan Olahraga Pulau Maginti (PORPMA) yang mempertemukan tim tuan rumah Bangker melawan PSB Junior, perwakilan Pulau Bangko berlangsung sengit dan penuh drama.
Sejak menit awal, tensi pertandingan mulai tinggi. PSB Junior berhasil unggul cepat melalui sepakan Rezza (no punggung 13), membuat skor berubah menjadi 1-0.
Tertinggal, Tim Bangker meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat aksi solo impresif Safir (no punggung 77). Skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, kedua tim saling jual beli serangan. PSB kembali unggul menjadi 2-1 melalui gol kedua Rezza.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama, karena Bangker kembali menyamakan skor menjadi 2-2 lewat gol kedua Safir.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap imbang dan pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam adu penalti, masing-masing tim menyiapkan tiga penendang :
Penendang pertama PSB (no 21) sukses mencetak gol, lalu Penendang pertama Bangker (no 7) gagal mengeksekusi.
Selanjutnya, Penendang kedua PSB gagal mencetak gol dan Penendang kedua Bangker berhasil menyamakan kedudukan.
Penendang ketiga PSB awalnya gagal, namun wasit memutuskan penalti diulang karena kiper Bangker dinilai telah maju melewati garis gawang sebelum bola ditendang.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari tim Bangker. Meski wasit telah memberikan penjelasan sesuai aturan, kapten Bangker tetap menolak keputusan tersebut dan enggan melanjutkan pertandingan.
Di sisi lain, PSB Junior meminta panitia untuk menegakkan aturan yang berlaku, di mana tim yang menolak melanjutkan pertandingan dapat dinyatakan kalah (walk out) atau dikenai sanksi.
Namun, panitia akhirnya memutuskan kedua tim sebagai juara bersama. Keputusan ini ditolak oleh manajemen PSB Junior, yang menegaskan bahwa berdasarkan regulasi sepak bola yang umum digunakan, mereka layak dinyatakan sebagai juara sah karena lawan menolak melanjutkan pertandingan.
Kontroversi ini pun menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan perdebatan terkait penegakan aturan dalam kompetisi lokal tersebut.
Final PORPMA Maginti Berakhir Kontroversial, PSB Junior Klaim Juara Sah

