BERITA

Dari Lampu Pelita Mimpi Warga Laonti Nikmati Listrik Segera Terwujud, Program Lisdes Jawab Penantian Panjang Masyarakat

×

Dari Lampu Pelita Mimpi Warga Laonti Nikmati Listrik Segera Terwujud, Program Lisdes Jawab Penantian Panjang Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Mimpi Masyarakat Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan untuk menikmati jaringan listrik akhirnya terwujud dengan hadirnya program jaringan listrik desa (Lisdes).

KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Penantian yang cukup panjang masyarakat Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara akhirnya bisa terjawab.

Pasalnya, wilayah di ufuk timur Kabupaten Konsel ini sebentar lagi dapat merasakan aliran listrik yang dapat menerangi rumah-rumah warga sepanjang malam.

Masuknya program pemerintah dalam pemerataan pembangunan melalui program
jaringan listrik pedesaan (Lisdes) membawa angin segar kepada masyarakat menjawab penantiaan panjang itu sebagai jawaban kebutuhan mendasar masyarakat di Laonti yang dinanti-nantikan.

Saat ini program Lisdes masuk dalam tahapan pemasangan tiang di tujuh desa yang berada di Ibu Kota Kecamatan Laonti.

Pemerintah Kecamatan Laonti pun menyambut baik program tersebut. Hal itu diungkapkan Camat Laonti, Ashar S.Sos M.Si.

“Mewakili masayarakat dan atas nama pemerintah kecamatan kami sangat bersyukur dengan masuknya listrik di wilayah kami melalui program dari UP2K PLN Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konsel,” sambut Ashar.

Ashar mengatakan bagi masyarakat Kecamatan Laonti listrik merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dinantikan.

Kata dia, dari tahun ke tahun penantian ini belum terjawab. Sejak masyarakat lahir dan belajar warga Laonti hanya mengandalkan penerangan seadanya dengan menggunakan lampu pelita.

BACA JUGA :  KPU Konawe Selatan Plenokan DPS, Diproyeksi 223.233 Pemilih di Pilkada 2024
Salah satu tiang jaringan listrik telah berdiri di halaman rumah warga.

“Ini merupakan sebuah kebahagiaan bagi masyarakat. Selama Indonesia merdeka , kami berharap secepat nya teraliri listrik di tempat kami,” gumam Ashar.

Intinya, lanjut Ashar, masyarakat berharap banyak secepatnya menikmati listrik dalam menopang daya dukung ekonomi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, instrumen ekonomi masyarakat, Usaha Ekonomi Kreatif (UKM) yang dapat berkelanjutan dijalankan masyarakat Laonti demi mewujudkan Konawe Selatan yang sehat, cerdas dan sejahtera (Setara).

“Termasuk pelayanan keamanan, peningkatan pariwisata, lahirnya Kecamatan Laonti berbasis pariwisata dalam mendukung Konsel Setara,” ungkap Ashar.

Sementara itu Kepala PLN Provinsi Sulawesi Tenggara, Joni Aleksander Sitorus menuturkan hadirnya PLN di Kecamatan Laonti dalam rangka meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) PLN dan Desa Berlistrik (RDB) di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kata Joni, sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam pemerataan pembangunan khususnya dibidang kelistrikan sesuai dengan amanat Presiden RI, maka PLN sebagai badan usaha yang ditunjuk oleh pemerintah dilaksanakan pembangunan jaringan listrik pedesaan (Lisdes) tahun 2026.

BACA JUGA :  Bupati Surunuddin Angkat Bicara Sikapi Kasus Supriyani, Guru Honorer di Kecamatan Baito

Ia menyebut awalnya jumlah desa yang akan menerima aliran listrik berjumlah tujuh desa, namun dilakukan peninjauan penambahan menjadi delapan desa yakni di Desa Tue-Tue.

Konsultasi antara pihak PLN dan Perusahaan Pertambangan di Laonti untuk pelintasan jaringan listrik menuju Desa Tue-Tue.

“Delapan desa akan menerima manfaat dari program ini, yakni Desa Kondono, Laonti, Peo Indah, Lawisata, Pundirangga, Sanggi-Sanggi, Desa Ulusawa dan Desa Tue-Tue dengan melintasi wilayah IUP salah satu perusahaan pertambangan di Kecamatan Laonti,” jelasnya.

Di ketahui Kecamatan Laonti terbentuk tahun 1998 sampai tahun 2000 sebagai kecamatan pembantu dari Moramo.

Kecamatan ini resmi menjadi kecamatan definitif tanggal 3 Januari 2000 yang saat itu menjadi wilayah administratif Kabupaten Dati II Kendari di Unaaha.

Kecamatan Laonti memiliki potensi unggulan di berbagai sektor seperti perikanan, perkebunan, pertanian, pariwisata dan pertambangan.

Sektor-sektor itu dianggap mampu menopang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi Kabupaten Konawe Selatan dalam mewujudkan Konsel Setara.

error: Content is protected !!