BERITA

Damkarmat Catat Sepanjang Juli-Oktober 133 Kasus Karhutla Landa 280 Hektar Lahan di Konsel, Personel Dipastikan Tetap Siaga

×

Damkarmat Catat Sepanjang Juli-Oktober 133 Kasus Karhutla Landa 280 Hektar Lahan di Konsel, Personel Dipastikan Tetap Siaga

Sebarkan artikel ini
Personel Damkarmat Konsel Tetap Siaga dalam upaya penanganan Karhutla dan melakukan pemadaman dan pemutusan penjalaran api di Konsel.

KONAWE SELATAN (SULTRAAKTUAL.ID) – Sepanjang periode Juli hingga Oktober tahun 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mencatat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi mencapai 133 kasus dengan total areal lahan seluas 280 hektar.

Hal itu diungkapkan Kepala Damkarmat Kabupaten Konsel, Saifuddin Suhri S.Sos saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Saifuddin Suhri merinci periode 29 Juli sampai dengan 29 Oktober tahun 2026 total areal Karhutla di Kabupaten Konawe Selatan mencapai 133 kasus dengan luasan 280 hektar.

Eksistensi Personel Damkarmat Kabupaten Konawe Selatan dalam menangani Peristiwa Karhutla.

Sementara untuk upaya penyelamatan yang dilakukan Damkarmat, kata dia, terdapat 26 kejadian.

“Untuk penyelamatan yang dilakukan sebanyak 26 kejadian. Delapan peristiwa kebakaran rumah. Korban luka-luka 1 orang dan korban meninggal dunia 1 orang. Sedangkan total kerugian mencapai 1.246.000.000,” sebut Saifuddin Suhri.

BACA JUGA :  Penunjukan Pj Kades Laonti, DPMD Konsel Tunggu Surat Penetapan Tersangka dari Polda Sultra

Dia mengatakan untuk periode 29 Juli sampai 1 Oktober 2026, respon time yang dilakukan dalam upaya pengendalian kebakaran sebanyak 46 kasus dari 70 kasus Karhutla yang terjadi.

Boby sapaannya menuturkan rata-rata kejadian Karhutla dipicu pembukaan lahan yang mengakibatkan kebakaran.

Pemadaman dan pemutusan penjalaran api upaya Damkarmat Konsel menangani Karhutla.

“Kalau kita melihat rata kejadian Karhutla karena pembukaan lahan. Sementara kondisi cuaca yang sedang kemarau mengakibatkan penjalaran api semakin cepat,” kata Boby.

Ia mengatakan kendala yang dialami personel selama melakukan upaya pemadaman dan pemutusan penjalaran api adalah kebutuhan air.

“Kendala kita juga dalam upaya pemadaman adalah kekurangan air karena musim kemarau. Tetapi suplay air kadang dibantu masyarakat yang memiliki tandon air. Biasa armada mengambil air di masyarakat tergantung lokasi terdekat,” papar Boby.

BACA JUGA :  Laga Persahabatan PKS FC Vs PWI Sultra FC Berakhir Imbang

Tak hanya itu, kurangnya armada water suplay pengangkut air menjadi kendala bagi personel, sehingga untuk upaya pemadaman dan pemutusan penjalaran api personel mengangkut air dengan berjalan kaki.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran kawasan hutan yang berdampak memicu terjadinya Karhutla,” ungkap Boby.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Selatan terus melakukan upaya pemadaman Karhutla di sejumlah wilayah.

Kata dia, pembukaan dan pembersihan lahan tidak ada larangan namun dalam upaya pembersihan dengan membakar tetap dengan pengawasan.

“Hal itu agar penjalaran api dapat diatasi,” imbau Boby.

Ia menambahkan saat ini personel Damkarmat Konsel tetap siaga dan konsisten melakukan upaya pemadaman dan pemutusan penjalaran api jika sewaktu-waktu menerima laporan terjadinya Karhutla maupun upaya penyelamatan.

error: Content is protected !!