KENDARI (SULTRAAKTUAL.ID) – Ancaman terhadap bahaya narkoba tak hanya datang dari luar lingkungan sekolah. Pengaruh pergaulan dan tekanan dari lingkungan sekitar dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Mengatasi hal tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari mulai menyiapkan pelajar menjadi garda depan pencegahan narkoba di sekolah.
Olehnya itu, BNN Kota Kendari membekali 10 pelajar dari lima sekolah melalui pelatihan agar memiliki kemampuan sebagai Pendidik Sebaya Anti Narkoba di Hotel D’Blitz Kendari sejak 13 Oktober-15 Oktober 2026.
Mereka disiapkan untuk mengedukasi, mengajak, sekaligus menjadi contoh bagi teman-temannya agar berani mengatakan tidak terhadap narkoba.

Lima sekolah yang terlibat yakni SMPN 1 Kendari, SMPN 9 Kendari, MTsN 1 Kendari, SMP Kartika Kendari, dan SMP Kesehatan Mandonga. Kegiatan tersebut menghadirkan Fasilitator Forum Anak Nasional, Nanda Gabriela, S.Kom dengan materi yang mengacu pada Modul SIGAB (Siaga Lawan Narkoba) Seri 2.0 untuk jenjang SMP/sederajat.
Kepala BNN Kota Kendari, Isamuddin SH MH mengatakan pelatihan ini tidak sekadar berisi penyampaian materi.
Kata dia, para peserta diajak mengenali potensi diri, memahami lingkungan pergaulan, menghadapi tekanan dari teman sebaya, hingga membangun keberanian untuk menolak ajakan yang dapat menjerumuskan pada penyalahgunaan narkoba.
Dalam materi pelatihan tersebut menekankan pentingnya kemampuan remaja menghadapi pengaruh lingkungan dan mengambil keputusan yang tepat ketika berhadapan dengan ajakan negatif.
Selain itu, peserta diarahkan untuk menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi langkah nyata melalui penyusunan rencana aksi di sekolah masing-masing.

Isamuddin menegaskan pesan pencegahan narkoba tidak boleh berhenti di ruang pelatihan atau sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Para peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh dan menyebarkannya kepada teman-teman di sekolah.
“Pendekatan teman sebaya menjadi salah satu kekuatan dalam program ini. Sebab, pesan yang disampaikan oleh sesama pelajar dinilai dapat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Karena itu, para peserta tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai penggerak pencegahan narkoba di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BNN Kota Kendari mendorong peningkatan kapasitas pelajar sebagai fasilitator Pendidik Sebaya Anti Narkoba. Mereka juga diharapkan semakin mampu mengenali berbagai pengaruh negatif dan memiliki keberanian untuk mengambil sikap ketika berhadapan dengan penyalahgunaan narkoba. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk membangun solidaritas antarpelajar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba.

Bagi BNN Kota Kendari, menjaga generasi muda dari ancaman narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Sekolah, guru, orang tua dan pelajar memiliki peran yang sama pentingnya.
Para peserta diharapkan menjadi mata, telinga sekaligus penggerak di lingkungan pergaulannya.
“Mereka didorong untuk menyampaikan informasi yang benar tentang bahaya narkoba, berani menolak ajakan penyalahgunaan, serta mengajak teman-temannya memilih kegiatan yang positif dan produktif. dengan memperkuat pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya melindungi generasi muda,” jelas Isamuddin.

