KENDARI (SULTRAAKTUAL.ID) – Tamalaki Pondondono Wonua Kalosara (TPWK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Tahap I sekaligus mengukuhkan Ketua dan Anggota Pengurus TPWK Kota Kendari.
Diklatsar tersebut diselenggarakan di Kebun Raya Nanga-Nanga Kota Kendari, Minggu (5/4/2026) yang dihadiri langsung Ketua Dewan Sara TPWK Provinsi Sultra, Abdul Sahir, Ketua Umum TPWK Sultra, Hasman Almas S.Kom dan segenap Pengurus TPWK Sultra serta Pengurus TPWK Kota Kendari.

Ketua Umum TPWK Sultra, Hasman Almas S.Kom menuturkan maksud dan tujuan Diklatsar adalah menciptakan kepengurusan kader yang profesional, amanah, tanggungjawab sebagai pemimpin serta membentuk kader tangguh dan militan yang senantiasa menjunjung tinggi rasa persaudaraan persatuan dan kesatuan atau “Mepokoaso (Bahasa Suku Tolaki).
Dikesempatan itu, Hasman mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya Diklatsar dan Pengukuhan Pengurus TPWK Kota Kendari.
“Diklatsar ini kita laksanakan berkat apresiasi dari sejumlah pihak yang telah membantu memberikan kontribusi secara sukarela. Baik pihak yang tidak mengikat maupun sumbangan sukarela pengurus. Kami pula mengapresiasi pengurus TPWK Sultra dan khususnya TPWK Kota Kendari yang telah memberikan dukungan baik moril, materi dan pikiran sehingga Diklatsar ini dapat digelar,” papar Hasman.

Kata dia, peserta Diklatsar berjumlah kurang lebih 50 orang. Berasal dari Pengurus Kota Kendari, Konsel dan Konawe.
Menurut Hasman, Diklatsar dan pengukuhan bukan saja acara seremonial semata, melainkan untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan sesama anggota guna melahirkan hal-hal positif ditengah masyarakat.
“Tamalaki Pondondono Wonua Kalosara (TPWK, red) merupakan wadah atau organisasi masyarakat yang senantiasa dapat melestarikan budaya, adat istiadat khususnya Suku Tolaki,” ungkapnya.
Dia menambahkan TPWK bukan untuk melahirkan jagoan, tetapi sebagai pelindung dan senantiasa menjaga nilai-nilai luhur dalam masyarakat adat Suku Tolaki.
“TPWK terbentuk agar senantiasa budaya dan nilai-nilai adat istiadat tetap terjaga di tengah masyarakat sehingga tidak tergerus di tengah perkembangan modernisasi,” tambah Hasman.

Sementara itu Ketua Dewan Sara TPWK Sultra, Abdul Sahir mengapresiasi terlaksananya Diklatsar dan Pengukuhan Pengurus Kota Kendari.
“Alhamdulillah kita semua diberikan kesehatan kita dapat bersama berkumpul dalam kegiatan kita ini. Kebersamaan ini dalam mengingat langkah dan perjuangan orang tua kita terdahulu yang senantiasa merawat dan mempertahankan nilai-nilai adat budaya,” sambut Abdul Sahir.
Pada prinsipnya, kata dia, organisasi ini senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan keikhlasan.
“Jujur apa yang disampaikan, serta Ikhlas menerima apa adanya. Organisasi TPWK perlu menjaga adat istiadat maupun adab. Menjaga adab merupakan hal yang perlu dikedepankan dalam hubungan sosial bermasyarakat,” pesan Abdul Sahir.
Sekilas Abdul Sahir mengungkapkan bahwa arti Tamalaki. Menurutnya Tamalaki berasal dari tiga suku kata. Yakni Tama berarti Laki-Laki, La berarti ada, dan ki diadopsi pengaruh China yang diartikan kemampuan.
Sehingga, lanjutnya, Tamalaki berarti laki-laki yang memiliki kenampuan. “Kemampuan ini baik secara fisik maupun spiritual. Tamalaki tidak boleh disalah artikan. Tamalaki bukan menjadi identitas seseorang sebagai jagoan, tetapi seseorang yang mampu memiliki pikiran yang jernih dan dapat menyelesaikan masalah secara baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya dan adat istiadat,” ujar Abdul Sahir.
Abdul Sahir mengatakan jiwa Tamalaki sebagai kesatria berarti mampu mengakui kesalahan diri sendiri, mengakui kemampuan orang lain, dan senantiasa dapat memaafkan kesalahan orang lain.
Dikesempatan itu, Abdul Sahir berpesan agar pengurus TPWK Sultra dan Kota Kendari senantiasa merawat dan melestarikan budaya, adat istiadat dengan selalu nenjaga adab.

“TPWK lahir agar bermanfaat untuk orang lain. Kami berharap organisasi ini pelan-pelan dapat berkembang dengan kualitas yang memberikan dampak positif di tengah masyarakat,” harapnya.

