Oleh : Hasriyana.S.Pd (Pemerhati Sosial Asal Konawe)
OPINI (SULTRAAKTUAL.ID) – Lagi kasus kekerasan dan pembunuhan terus terjadi. Yang membuat semakin miris ini dilakukan oleh anak SD yang terbilang masih sangat muda.
Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana mungkin anak yang duduk di bangku sekolah dasar itu bisa melakukan hal yang berbahaya dan sadis terhadap orang yang lebih dewasa. Apakah ada inspirasi yang membuatnya nekat untuk melakukan itu?.
Sebagaimana yang dikutip dari Metro TV (29/12/2025) bahwa Polisi memaparkan kronologi lengkap kasus pembunuhan seorang ibu berinisial FS di Medan, Sumatra Utara, yang diduga dilakukan anak kandungnya sendiri.
Rekaman CCTV, pemeriksaan saintifik, serta keterangan keluarga menjadi dasar polisi menyimpulkan tidak ada orang lain yang keluar-masuk rumah korban sejak dua hari sebelum peristiwa.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn menjelaskan, rekaman CCTV menunjukkan aktivitas keluarga pada 8 Desember 2025. Saat itu, korban sempat keluar rumah menggunakan transportasi online.
“Saya menggambarkan di tanggal 8 Desember terlebih dahulu. Dua hari sebelum kejadian. Tanggal 8, pukul 08.44, korban keluar rumah naik Grab pukul 08.44, korban adalah ibunya,” ujar Calvijn dalam konferensi pers, Senin, 29 Desember 2025.
Korban kemudian kembali ke rumah pukul 11.23 WIB, dan masih menggunakan taksi online. Sementara dua anaknya dan suami korban juga terlihat menggunakan transportasi serupa saat beraktivitas. “Selalu menggunakan Grab, tidak ada mobil yang mereka gunakan secara pribadi,” jelasnya.
Kasus di atas sungguh sangat menyayat hati dan kasus pembunuhan terhadap ibu kandung ini menjadi pelajaran bagi para orang tua untuk lebih mewaspadai dan memfilter game apa saja yang dimainkan oleh anak.
Karena game ataupun tontonan hari ini justru banyak menginspirasi kaum muda untuk melakukan berbagai adegan berbahaya termaksud membunuh. Terbukti menurut penyidik dalam kasus tersebut menemukan bahwa pelaku sangat terobsesi game dan film pembunuhan, seperti Mystery Murder dan Detektif Conan.
Bahkan menurut penyidik game dan film inilah yang menginspirasi pelaku untuk melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya. Dan kekejaman ini dilakukan bersamaan dengan munculnya momentum saat korban menghapus game yang dimainkan pelaku. Sungguh dalam kondisi semakin sekulernya kehidupan berbagi macam kejadian di luar nalar terjadi.
Di sisi lain, game dan film yang diproduksi oleh para kapitalis dengan tujuan keuntungan materi, akan menafikan dampak apa yang terjadi dimasyarakat akibat game dan film yang tak berfaedah tersebut. Karena orientasi yang mereka lakukan adalah mendapat keuntungan meski itu merusak moral generasi bangsa. Itu juga tentunya yang diinginkan oleh musuh Islam, yakni merusak generasi muslim dengan game dan film.
Ditambah dunia hari ini terkhusus gen Z lebih banyak disibukkan dengan dunia maya pada berbagai platform yang bisa menghabiskan waktu sehari penuh pada layar gawai mereka.
Tayangan-tayangan yang menyesatkan pada berbagai platform yang cenderung lebih dominan hal negatif justru menjadi tuntunan yang banyak diikuti oleh kawula muda saat ini. Pada akhirnya para kapitalislah yang banyak diuntungkan.
Hal ini berbeda jauh dengan syariat Islam. Dalam islam negara adalah pengurus dan pelayan masyarakat yang bertanggung jawab untuk menjaga akal, jiwa, akhlak dan akidah kaum muslim dari segala tontonan dan tayangan yang merusak generasi.
Dalam dunia maya negara akan memfilter segala sesuatu yang sifatnya tidak memiliki nilai edukasi. Sehingga tidak akan kita temukan tontonan yang merusak akal sehat.
Selain itu, negara tidak menjadikan ruang digital sebagai kepentingan pasar untuk meraup keuntungan materi yang besar. Tetapi negara akan mengelola ruang digital untuk diarahkan membentuk kepribadian, cara pandang dan akhlak masyarakat sesuai dengan nilai dan aturan islam. Sehingga teknologi, platform, dan konten akan berbasis akidah Islam.
Untuk itu kita tidak bisa berharap banyak pada sistem hari ini yang asasnya dibangun untuk meraup keuntungan semata. Sehingga kita butuh solusi mendasar yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan dan itu hanya kita temukan pada aturan yang sumbernya berasal dari pencipta, yaitu Allah Swt. Wallahu alam.








