MUNA (SULTRAAKTUAL.ID) – Panitia Muna Berlari 2025 akhirnya angkat suara perihal tuduhan menggunakan logo hasil plagiat.
La Ode Zainul, salah satu panitia dari divisi Hubungan Masyarakat mengatakan penggunaan logo Muna Berlari Tahun 2025 diputuskan melalui voting pada semua panitia.
“Bahwa terkait logo, ada divisi yang mengurus itu dan semua diputuskan lewat voting pada semua panitia,” ungkapnya. Kamis, (18/9/2025).
Menurutnya, logo yang mereka gunakan mengangkat kearifan lokal daerah dengan menyandingkan kuda dan seseorang yang ikut berlari bersama membangun daerah.
“Dari logo kami ingin mengangkat kearifan daerah muna yaitu kuda dengan disandingkan seseorang yang ikut berlari bersama membangun daerah,” tambahnya.
Pihaknya mengakui memiliki Kekurangan pengetahun ketika musyawarah panitia yang ternyata logo yang dipilih ternyata sangat persis atau mengandung unsur plagiat dari logo lain di negara yang berbeda.
“Kami sangat meminta maaf kepada pembuat logo, menjadikan logonya inspirasi tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu ke beliau,” bebernya.
Selanjutnya kata Zainul, kegiatan Muna Berlari bukan kegiatan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Muna melainkan kegiatan komunitas lari Tendemo.
“Muna berlari bukan kegiatan pemda melainkan komunitas lari tendemo yang mendapat banyak dukungan, utamanya pemda muna dan beberapa pihak swasta. Semoga kedepan tidak terjadi hal hal seperti ini lagi. Jujur saja kami tidak ingin nama pemerintah daerah menjadi tidak baik oleh karena kekhilafan yang kami tidak sadari,” pungkasnya.
Akui Terdapat Kekurangan Pengetahuan Tentang Logo, Panitia Muna Berlari 2025 Minta Maaf
